Senin, 12 September 2011

PURSUING GOOD PRACTICE OF SECONDARY MATHEMATICS EDICATION THROUGH LESSON STUDY IN INDONESIA


PURSUING GOOD PRACTICE OF SECONDARY MATHEMATICS EDICATION THROUGH LESSON STUDY IN INDONESIA
disampaikan pada APEC-TSUKUBA COFERENCE
Tsukuba/Tokyo, Japan
15-20 January 2006
By : Dr. Marsigit, M. A.
Reviewed By Nurul Husnah Mustika Sari (09301241027)

Beberapa dasar filosofi dalam praktik belajar yang baik perlu didiskusikan sebagai referensi untuk meringankan orientasi jangka panjang peningkatan pendidikan matematika. Brown dalam Riley (1992) menanjurkan bahwa keutamaan praktik yang baik termasuk membantu perkembangan sikap positif terhadap matematika, memperhatikan aplikasi matematika, perencanaan yang baik, bermacam-macam pendekatan dalam penghitungan, dsb.
Proses belajar mengajar tidak seharusnya hanya didominasi oleh guru namun guru perlu untuk mengakomodasi kebutuhan dan inisiatif siswanya. Maka dari itu, guru membutuhkan metode pembelajaran di mana prestasi dan kesuksesan siswa dalam pembelajaran dapat dicapai melalui proses belajar mengajar. Hal ini menganjurkan kita untuk lebih menggunakan pembelajaran berpusat pada siswa sehingga siswa dapat memiliki pengalaman dan kesempatan untuk menemukan hakikat pengetahuan yang dipelajarinya.
UNY, UPI, dan UM Malang dengan bantuan pemerintah Jepang sedang mengembangkan metode pembelajaran yang disebut sebagai Lesson Study yang memungkinkan guru untuk merefleksi dan mengevaluasi proses pembelajaran. Evaluasi ini dilakukan oleh guru lain maupun dosen. Alasan adanya Lesson Study adalah merefleski dan mengenalkan paradigma baru dari matematika dan pendidikan sains menengah pertama, di mana proses belajar tidak hanya dirasakan secara pragmatis dan orientasi hjangka pendek, namun juga dirasakan sebagai tujuan jangka panjang. Tujuan dari kegiatan lesson study kali ini adalah untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan matematika menengah dengan  mengejar praktek yang baik dalam pendidikan matematika. Lesson study pada matematika menengah pertama (SMP) dilakukan dengan penelitian tindakan kelas. Lebih lanjut, Lesson Study berusaha untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar dan untuk mendapatkan metode yang sesuai untuk memfasilitasi pembelajaran siswa. Sasaran Lesson Study adalah:
a.       Untuk mengembangkan instrumen dan peralatan proses belajar mengajar
b.      Untuk mengembangkan metode dan model proses belajar mengajar
c.       Untuk mengembangkan materi proses belajar mengajar
d.      Mengembangkan evaluasi pengajaran dalam proses belajar mengajar.
Kegiatan Lesson Study mencakup kerjasama antar siswa dalam pembelajaran, pembelajaran yang kontekstual, keterampilan, ketersediaan pada aktifitas, proses orientasi kurikulum yang interaktif dan pengembangan silabus, serta kemandirian siswa dan guru.
Terdapat bukti yang kuat bahwa kegiatan Lesson Study meningkatkan entusiasme, motivasi, aktivitas, dan prestasi siswa. Kegiatan Lesson Study sangat efektif meningkatkan entusiasme siswa dalam mempelajari sains, membantu siswa mengembangkan keterampilan eksperimental dan keterampilan diskusi, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan konsep pengetahuan mereka. Siswa merasa nyaman belajar matematika siswa dapat mengekspresikan ide mereka serta mendapatkan waktu lebih banyak untuk berdiskusi dengan teman sekelas mengenai materi. Lesson Study juga meningkatkan profesionalisme guru dalam prestasi mengajar, variasi metode pembelajaran, dan kolaborasi. Selain itu, dosen yang mengikuti Lesson Study di sekolah akan lebih mengetahui masalah yang dihadapi oleh guru, sehingga dosen dapat mengembangkan dapat mengembangkan ide kreatif untuk mendapatkan metode yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar