Kamis, 22 September 2011

LESSON STUDY: Promoting Student Thinking on the Concept of Least Common Multiple (LCM) Through Realistic Approach in the 4th Grade of Primary Mathematics Teaching


LESSON STUDY:
Promoting Student Thinking on the Concept of
Least Common Multiple (LCM) Through Realistic Approach in the 4th Grade of Primary Mathematics Teaching
Marsigit, Atmini Dhoruri, Sugiman, Ali Mahmudi
Reviewed by Nurul Husnah Mustika Sari
Nim: 09301241027
(http://nurul-husnah.blogspot.com/)

Berdasarkan keputusan menteri No 22, 23, 24 tahun 2006, pemerintah indonesia melaksanakan kurikulum baru yaitu kurikulum tingkat satuan pendidikan( KTSP) yang merupakan kombinasi dari dua paradigma yaitu menitikberatkan pada kompetensi siswa serta proses pembelajaran.  Pemerintah Indonesia telah mengembangkan pembelajaran Kontekstual dan realistik untuk membantu pelaksanaan KTSP.
Pada panduan pengembangan KTSP disebutkan bahwa fungsi pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah untuk mendorong siswa berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif, serta mampu bekerjasama dengan orang lain. Implementasi dari kurikulum pendidikan dasar di kelas adalah pengembangan kemampuan penyelesaian masalah pada masalah terbika maupun tertutup. Dalam menyelesaikan masalah siswa harus berpikir kreatif, mengembangkan model matematika, serta memperkirakan hasilnya. Guru sangat disarankan untuk melakukan pembelajaran yang realistik dan kontekstual.

Pendidikan Matematika Realistik (PMRI) pertama kali diperkenalkan oleh Freudenthal. Terdapat dua poin penting dari PMRI yaitu yang pertama, matematika harus dekat dengan siswa dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Yang kedua, penekanan matematika sebagai aktifitas manusia. Terdapat dua macam matematisasi yaitu matematisasi horisontal yang berproses dari dunia nyata ke dalam simbol-simbol matematika dan matematisasi vertikal yang merupakan proses yang terjadi di dalam sistem matematika itu sendiri. Pendekatan realistik atau masalah kontekstual merupakan poin awal dalam pembelajaran matematika. Siswa mengorganisasi masalah, mencoba mengidentifikasi aspek matematika dari masalah tersebut kemudian menemukan aturan dan hubungan.  

Penelitian dimulai dengan dua macam diskusi antara guru dengan dosen dan diikuti dengan observasi dan refleksi dua activitas pembelajarab di kelas.
Pelajaran pertama: perkenalan, mendiskripsikan masalah kontekstual yang telah dipersiapkan, mengembangkan diskusi kelompok, alasan dan penjelasan (presentasi), kesimpulan, dan penutup. Pelajaran kedua : pembukaan, melanjutkan pengembangan diskusi kelompok, alasan dan penjelasan (presentasi), kesimpulan, dan penutup.

Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa :
1.      Pemikiran siswa mengenai konsep Kelipatan persekutuan terkecli (KPK) sangat dipengaruhi oleh penggunaan kehidupan nyata sebagai titik awal.
2.      Masalah berbasis kalender merupakan model yang berguna sebagai jembatan pemikiran matematika antara yang abstrak dan real, dan membantu siswa belajar KPK pada level abstraksi yang berbeda.
3.      Pemikiran siswa tentang konsep KPK merupakan pengaruh bersama antara rumus yang dibuat sendiridan strategi.
4.      Interaksi antara guru dengan siswa, siswa sengan siswa sangatlah penting.
Pemikiran siswa mengenai konsep KPK dipengaruhi leh konsep yang telah diajarkan sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar