Kamis, 29 September 2011

“ Looking for Alternative Models in reference to Japanese Educational Experiences “ MATH PROGRAMS FOR INTERNATIONAL COOPERATION IN INDONESIA


“ Looking for Alternative Models in reference to Japanese Educational Experiences “
MATH PROGRAMS FOR INTERNATIONAL COOPERATION IN INDONESIA
By Marsigit
Reviewed by Nurul Husnah Mustika Sari (http://nurul-husnah.blogspot.com/)
Nim: 09301241027

Sesuai dengan UUD 1945, tujuan pendidikan adalah : (1) meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan YME, (2) Mengembangkan kecerdasan dan keterampilan, (3) memupuk sifat positif, (4) memastikan bahwa semua anak bisa melek huruf.
Pada tahun 1984 diketahui bahwa pendekatan pembelajaran di Indonesia yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru kurang memuaskan. Pada setiap pembelajran, yang guru lakukan adalah menerangkan, memberi contoh, kemudian memberi soal. Hal ini kurang efektif. Prestasi siwa di bidang matematika masih rendah, hal ini dapat dilihat dari hasil ujian nasional.
Secara umum, hal ini disebabkan oleh:
a.       Kemampuan akademik para calon guru rendah serta banyaknya LPTK swasta yang mempunyai kualitas rendah
b.      Banyak guru yang kurang memahami kurikulum dan beberapa topik susah untuk dipahami
c.       Guru SD, SMP, dan SMA kurang menguasai pendekatan pembelajaran sehingga selalu menggunakan pendekatan konvensional (pembelajaran berpusat pada guru)
d.      Buku pelajaran yang kurang berkualitas
e.      Guru hanya menilai kemampuan kognitif siswa.
Belajar dari negara jepang, sistem pendidikan di Jepang adalah terpusat namun setiap propinsi/daerah memiliki dewan/dinas pendidikan. Dewan pendidikan melaksanakan fungsi pendidikan pada pemerintah daerah. Guru lebih fleksibel dan mengakui bahwa siswa harus aktif. Guru mendukung partisipasi siswa dalam diskusi klasik. Guru lebih menekankan pemahaman mengenai pelakaran daripada penghitungan. Akan tetapi, bebrapa guru melaksanakan beberapa drill/latihan untuk menguasai keterampilan mereka. Siswa SD, SMP, dan SMA diberikan buku secara gratis dari pemerintah. Penilaian siswa dilakuakan melalui ujian dan observasi aktivitas.
Pendidikan di jepang mendorong guru untuk mengembangkan sistem evaluasi berdasrkan pemikiran matematika dan ketertarikan dan sikap terhadap matematika. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika, ahli pendidikan jepang menganjurkan :
a.       Melaksanakan pembelajaran di luar kelas
b.      Mendukung guru untuk membuat modul sendiri
c.       Evaluasi proses belajar mengajar oleh siswa
d.      Menganalisis kesalahan dan galat siswa
e.      Mendukung guru agar memiliki semangat yang baik dan kuat untuk mengembangkan kompetensi mereka
f.        Melaksanakan secara seimbang antar metode lama dan baru
g.       Mempromosikan hubungan/kolaborasi yang  baik antara sekolah dan univrsitas
h.      Guru harus memiliki metode pembelajran yang khas
i.         Guru harus selalu terus menerus mengembangkan kemampuan mereka
j.        Guru selalu bertanya bagaimana cara agar kelas menjadi lebih baik
k.       Tugas guru sama dengan dokter, melindungi siswanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar