PROMOTING LESSON STUDY AS ONE
OF THE WAYS FOR MATHEMATICS TEACHERS PROFESSIONAL
DEVELOPMENT IN INDONESIA: The Reflection on Japanese Good Practice of
Mathematics Teaching Through VTR, 2002-2005
By : Dr. Marsigit, M. A.
reviewed by Nurul Husnah Mustika Sari (09301241027)
Penggunaan VTR (Video Tape Recorder) dalam pembelajaran matematika mempunyai banyak kelebihan, yaiitu:
a. Ringkasan pendek dari pembelajaran akan memberikan pengaruh pada pembelajaran yang lebih luas
b. Komponen pembelajaran dan aktivitas utama di kelas
c. Memungkinkan untuk melakukan diskusi dan refleksi dengan guru yang mengikuti penelitian
Ishoda Masami membagi Lesson study menjadi tiga tahap yaitu: a) tahap perencanaan b) tahap observasi, dan c) diskusi dan refleksi. Jika kita meneliti mengenai proses belajar mengajar dengan menggunakan VTR, dibutuhkan ringkasan pendek yang mencakup isi dan kita harus mengobservasi VTR beberapa kali untuk memahami isinya dengan jelas.
Pada pembelajaran matematika dengan VTR di jepang, dapat dilihat bahwa:
a. Siswa memperhatikan rumus untuk luas gambar dan ingin menggunakan rumus untuk memperoleh luas
b. Siswa mampu untuk menemukan luas dengan menggunakan pengetahuan pengalaman yang telah diperoleh pada pembelajaran sebelumnya
c. Siswa juga dapat merumuskan metode untuk mencari luas jajaran genjang
d. Siswa dapat menemukan luas gambar yang diperlihatkan dengan mudah
e. Siswa dapat memahami metode untuk memcari luas gambar yang ditunjukkan
Dari tujuh workshop, terdapat 40 peserta yang mengobservasi VTR dan memberikan input. Pada setiap workshop, terdapat beberapa langkah untuk merefleksikan pebelajaran ini:
a. Pertama, mengobservasi VTR tanpa komentar dari trainer
b. Kedua, mengumpulkan komentar dari pendengar
c. Ketiga, mmengulangi observasi VTR dengan beberapa komentar dari trainer
d. Keempat, mendiskusikan aspek pembelajaran yang lebih spesifik
Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa hambatan untuk mengimplementasikan model pembelajaran yang baik seperti yang terlihat pada VTR yaitu rencana pengajaran, lembar kerja siswa, kompetensi guru, kesiapan siswa, fasilitas dan peralatan pendidikan, metode mengajar, alokasi waktu, banyaknya siswa, dan keuangan. Guru perlu meningkatkan kompetensi mengajar serta kompetensi bahan pembelajaran mereka. Berdasarkan pendapat guru-guru, sebagian besar siswa belum siap untuk mempresentasikan ide mereka. Mereka membutuhkan waktu untuk penyesuaian. Selain itu, sebagian besar sekolah kekurangan fasilitas dan guru perlu untuk mampu mengembangkan media pembelajaran. Beberapa guru merasa tidak mudah untuk menyeimbangkan pencapaian kompetensi siswa dengan pembelajaran. Sementara itu, guru harus memfasilitasi banyak siswa, misalnya empat puluh siswa dalam satu kelas. Para guru berharap bahwa sekolah dan pemerintah membatu perkembangan profesi termasu kesempatan untuk mengikuti pelatihan, mengikuti seminar, dan mengikuti forum antar guru. Para guru merasa bahwa dalam forum guru mereka dapat berdiskusi dan mengembangkan rencana pembelajaran serta lembar kerja siswa. Guru menyerankan bahwa program pengembangan profesionalisme guru harus berdasarkan kebutuhan guru. Oleh karena itu, diutuhkan adanya peninjauan sebelum program. Mereka juga berharap sekolah dan pemerintah meningkatkan fasilitas pendidikan di sekolah.
(http://nurul-husnah.blogspot.com/)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar