Selasa, 04 Desember 2012

Refleksi 3 Perkuliahan Filsafat(31 oktober 2012): Tesis, antitesis, dan Sintesis Oleh Nurul Husnah Mustika Sari (09301241027)



Pada perkuliahan ini, Bapak Marsigit membahas pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa. Salah satu pertanyaan yang menarik bagi saya adalah pertanyaan yang diajukan oleh Maria Rosari Anggun Mursitorini yaitu “Bagaimana cara merasionalkan pikiran jika pikiran kita berbeda dengan orang lain?”
Jawaban yang diberikan oleh bapak marsigit adalah:
Itu namanya sintesis. Tesis adalah yang ada dan yang mungkin ada. Ambil satu tesis, misal A, maka antitesisnya adalah selain A. Maka kita bisa mendefinisikan segalanya menggunakan tesis dan antitesis. Jadi sangat enteng dalam filsafat jika ada perbedaan pikiran. Jikalau memang terjadi demikian, perbedaan tersebut dapat didialogkan.

Sejenak, saya tidak mengetahui maksud dari pertanyaan itu, namun setelah Dr. Marsigit menjawab pertanyaan tersebut, terlihat pemahaman dari diri saya walaupun masih cukup remang-remang. Yang dapat saya pahami adalah bahwa tesis dan antitesis merupakan sesuatu yang saling berkebalikan. Ketika tesis dan antitesis bertemu di dunia nyata maka akan muncul sintesis.  Sintesis merupakan  suatu integrasi dari dua atau lebih elemen yang ada yang menghasilkan suatu hasil baru. Sintesis adalah hasil akhir dari percobaan untuk menggabungkan antara thesis dan antithesis. Sintesis kemudian bisa menjadi Thesis dan kemudian menemukan Antithesisnya dan melahirkan Sintesis baru. Demikian seterusnya. Jadi, ketika terjadi perbedaan pendapat mengeani sesuatu, langkah yang harus dilaksanakan adalah dengan berdialog yang dalam istilah filsafat disebut sebagai dialektika.  Menurut saya, dialektika yang dimaksud tidak hanya dapat terjadi antara satu orang dengan orang yang lain, namun juga dapat terjadi dalam pikiran kita sendiri. Dalam pikiran seorang manusia kadang atau malah sering terdapat pendapat yang saling berkontradiksi, untuk mengatasi hal tersebut, kita pikiran kita harus berdialog, memerinci pendapat-pendapat yang terdapat dalam pikiran kita, yang kemudian mengambil keputusan mengenai mana pemikiran yang lebih baik. Dalam mengambil keputusan tersebut, kita harus memperhatikan fakta-fakta yang ada serta memperhatikan akibat dari pemikira kita tersebut.
Pertanyaan:
1.      Apakah sadar itu? Dan bagaimana kita tahu bahwa kita berada dalam keadaan sadar?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar