Pada perkuliahan
ini, Bapak Marsigit membahas pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa. Salah satu
pertanyaan yang menarik bagi saya adalah pertanyaan yang diajukan oleh Maria Rosari Anggun Mursitorini yaitu “Bagaimana cara
merasionalkan pikiran jika pikiran kita berbeda dengan orang lain?”
Jawaban yang diberikan oleh bapak marsigit adalah:
Itu namanya
sintesis. Tesis adalah yang ada dan yang mungkin ada. Ambil satu tesis, misal
A, maka antitesisnya adalah selain A. Maka kita bisa mendefinisikan segalanya menggunakan
tesis dan antitesis. Jadi sangat enteng dalam filsafat jika ada perbedaan
pikiran. Jikalau memang terjadi demikian, perbedaan tersebut dapat didialogkan.
Sejenak, saya tidak mengetahui maksud dari pertanyaan
itu, namun setelah Dr. Marsigit menjawab pertanyaan tersebut, terlihat
pemahaman dari diri saya walaupun masih cukup remang-remang. Yang dapat saya
pahami adalah bahwa tesis dan antitesis merupakan sesuatu yang saling
berkebalikan. Ketika tesis dan antitesis bertemu di dunia nyata maka akan
muncul sintesis. Sintesis merupakan suatu integrasi dari dua atau lebih elemen yang ada yang menghasilkan suatu hasil
baru. Sintesis adalah hasil akhir dari percobaan untuk
menggabungkan antara thesis dan antithesis. Sintesis kemudian bisa menjadi Thesis
dan kemudian menemukan Antithesisnya dan melahirkan Sintesis baru. Demikian seterusnya. Jadi, ketika
terjadi perbedaan pendapat mengeani sesuatu, langkah yang harus dilaksanakan
adalah dengan berdialog yang dalam istilah filsafat disebut sebagai dialektika.
Menurut saya, dialektika yang dimaksud
tidak hanya dapat terjadi antara satu orang dengan orang yang lain, namun juga
dapat terjadi dalam pikiran kita sendiri. Dalam pikiran seorang manusia kadang
atau malah sering terdapat pendapat yang saling berkontradiksi, untuk mengatasi
hal tersebut, kita pikiran kita harus berdialog, memerinci pendapat-pendapat
yang terdapat dalam pikiran kita, yang kemudian mengambil keputusan mengenai
mana pemikiran yang lebih baik. Dalam mengambil keputusan tersebut, kita harus
memperhatikan fakta-fakta yang ada serta memperhatikan akibat dari pemikira
kita tersebut.
Pertanyaan:
1.
Apakah sadar itu?
Dan bagaimana kita tahu bahwa kita berada dalam keadaan sadar?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar